Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Januari 2009

Amen

Kita sering mengucapkan kata-kata "Amen". Tetapi sering kali kata-kata itu diucapkan sambil lalu saja, tanpa tahu maknanya. Bagi yang mengerti dan memahaminya, akan mengucapkannya dengan sepenuh hati. Kata "Amen" adalah doa yang paling pendek dan memiliki arti yang sangat mendalam, bahkan signifikan. Untuk mengetahui arti kata ini, kita kembali ke asal usul kata ini. Amen berasal dari bahasa Ibrani dan tidak ada terjemahan yang pas, jadi orang membiarkan kata Amen terus ada, dipertahankan hingga kini. Amen dapat diartikan menyetujui apa yang telah diucapkan dalam doa tadi. Amen dapat juga dimengerti .... semoga apa yang diucapkan menjadi terkabul..... Amen dapat diartikan juga dengan "benarlah demikian", sesuatu yang mengandung arti ungkapan kepercayaan. Karena pengertian Amen berkaitan dengan keyakinan atau kepercayaan, maka tidaklah heran kalau hampir semua doa diakhiri dengan kata Amen. Bahkan serentak merupakan jawaban dari umat yang terlbat dalam doa.

Senin, 05 Januari 2009

Bonus Dari Ungkapan Syukur

Ternyata, suatu tindakan sederhana seperti mengucapkan Syukur bisa membuahkan bonus. Bukan bonus materi berlimpah yang akan habis dipakai. Tetapi sebuah kebahagiaan yang tidak akan habis dimakan oleh waktu.
Seperti dalam khotbah Romo Frans Doi di gereja St.Gabriel Pulogebang hari Minggu pukul 6 pagi, beliau menceritakan seorang wanita tua yang terkena sakit jantung. Kemungkinan hidup 50 50, bila tidak dioperasi kemungkinan hidup kecil, dan bila dioperasi tetap 50 50.
Saat hendak mendatangi wanita yang sedang sakit jantung itu, Romo berpikiran akan menemui seorang wanita yang lemah, sedih dan mengeluh. Tapi sebaliknya, yang ditemukan adalah wanita ceria yang selalu mengungkapkan rasa syukur nya kepada Tuhan atas semua yang dihadapi, dan tidak menunjukkan kalau akan mengalami vonis 50 50 dalam hidupnya. Alangkah surprise nya Romo.
Dan, sebagai akhir khotbahnya, Romo menceritakan bahwa wanita tua itu akhirnya bisa hidup sampai belasan tahun kemudian, dan ini merupakan Bonus Dari Ungkapan Syukur yang sering diucapkan oleh wanita tua tersebut.

Sabtu, 13 Desember 2008

Prayer Please Tranquility

Lord, give me, tranquility and brightness of heart. To accept everything that I can not change.
Courage to change all that I can change. And, to make differences the both.
So that I can embrace their time in a day, enjoy a moment in time, receive the difficulties as maturation. For peace to the heart.
As Jesus do have, let's accept it as such. Not like I will.
Believe that, God will make things run. How when everything to God.
Thus, I am happy feasible in this world. And extraordinary happy with the sequel. Amen


Source: Translation from Daily Prayers book, 40 days warning died Ibu Ceacilia Sudjati Sudjono
Original author: Unknown

Kamis, 04 Desember 2008

Gak Janji Deh...

"......dan ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami....."

Sangat mudah diucapkan saat kita berdoa Bapa Kami. Sudah menjadi hapalan di luar kepala. Tapi kenyataannya apakah seperti itu?
Kenyataan yang paling sering dan paling mudah dilakukan hanya pada bagian " ....ampunilah kesalahan kami....." dan untuk selanjutnya Gak Janji Deh...
Memang itu kelemahan saat kita berdoa hanya dengan menghapal, tanpa pernah benar benar memahami dan mendalami apa makna dari setiap kalimat di dalam doa itu.
Alangkah indahnya suatu doa bila keluar dari dalam hati dengan kesungguhan yang mendalam.

Saya teringat dengan apa yang pernah dikatakan Romo Rudi dalam khotbah nya waktu misa di Gereja St.Gabriel Pulogebang, intinya seperti ini : doa kita akan benar benar sampai didengar Tuhan bila kita berdoa dengan hati penuh iman dan kesungguhan yang mendalam. Dan jika hanya berdoa asal keluar dari mulut saja, mungkin doa itu hanya sampai di rumah tetangga dan tidak pernah benar benar sampai di rumah Tuhan.